Home / KULIAH UMUM ASPEK HUKUM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA

KULIAH UMUM ASPEK HUKUM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA

KULIAH UMUM ASPEK HUKUM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA BERSAMA NOTARIS NINIK NOVIANA, S.H.,M.Kn.

  1. PENDAHULUAN 
  2. PENGERTIAN  HUKUM PENANAMAN MODAL 

Hukum Penanaman Modal atau disebut juga dengan  Hukum investasi, yang merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Pengertian hukum ini juga dapat memberikan pemahaman yang baik tentang konsep-konsep penanaman modal di Indonesia.

Menurut undang-undang No.25 Tahun 2007   penanaman modal adalah “segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.”

Selain hal tersebut perlu dikemukakan  bahwa hukum investasi juga merupakan norma-norma hukum berkenaan investasi, syarat-syarat ,perlindungan hukum dan yang terpenting agar pelaksanaan investasi  dapat  menyejahterakan rakyat. 

Objek Hukum investasi  terdiri dari dua objek hukum  yaitu ;

  1. Objek Hukum Investasi Materil :  Berupa bahan yang dijadikan sasaran dalam pengkajiannya .
  2. Objek  Hukum Investasi Formal :
  3. Mengatur hubungan antara investor dengan negara penerima modal
  4. Mengatur bidang -bidang  usaha yang terbuka untuk investasi

c.Prosedur dan  Syarat-syarat dalam melakukan investasi  dalam suatu negara.

  1. JENIS DAN BENTUK PENANAMAN MODAL 
  2. Jenis Penanaman Modal terdiri atas dua indikator yaitu :
  3. Jenis penanaman modal dilihat dari sumber modal  adalah :
  • Penanaman Modal Dalam  Negeri , yaitu  modal yang dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, perseorangan Warga Negara Indonesia, atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan  hukum.
  • Penanaman modal luar negeri, yaitu  modal yang dimiliki negara asing perseorangan (WNA), badan usaha asing, badan hukum asing dan/atau  badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki  oleh pihak  asing.
  1. Jenis penanaman modal dilihat dari segi mekanisme modal ,yaitu :
  • Penanaman Modal Langsung, yaitu: penanaman modal yang modalnya diinvestasikan secara langsung ke dalam bidang usaha tertentu. Modal dapat berupa uang, barang, atau knowledge.
  • Penanaman Modal Tidak Langsung, yaitu : penanaman modal yang modalnya diinvestasikan secara tidak langsung melalui mekanisme/system investasi lain seperti lembaga pasar modal.
  1. Bentuk Penanaman Modal

Terdiri atas berbagai macam, antara lain :

  1. Joint Venture :  Kerjasama yang dilakukan oleh pemodal asing dengan pemodal Indonesia yang semata-mata berdasarkan perjannjian kontrak saja, tanpa dibentuknya badan hukum baru.
  2. Joint Enterprise: Kerja sama antara penanam modal  Indonesia dengan penanam modal asing dengan membentuk perusahaan/Badan Hukum baru sesuai dengan Pasal 2 UU PMA.
  3. Kontrak Karya : Kerja sama antara pemodal asing dengan pemodal  Indonesia dalam bentuk badan Hukum Indonesia, dan badan hukum ini mengadakan perjanjian kerjasama dengan badan hukum lain yang menggunakan modal nasional.
  4. Production sharing : Kerjasama antara pihak investor asing yang memberikan kredit kepada investor nasional dan pokok pinjaman dan bunganya dikembalikan dalam bentuk hasil produksi dari perusahaan penerima kredit dan mewajibkan perusahaan nasional tersebut untuk mengekspor hasilnya ke negara pemberi kredit.
  5. HUKUM PENANAMAN MODAL DALAM GLOBALISASI
  6. HUKUM DAN KEBIJAKAN POKOK  DI BIDANG PENANAMAN MODAL DI INDONESIA

Salah satu cara untuk melakukan penyempurnaan terhadap kebijakan dan perundang-undangan yang berkenaan dengan hukum  investasi Indonesia adalah memberikan pelayanan yang terbaik, baik dari infrastruktur , regulasi maupun investasi. Untuk menciptakan  kebijakan tersebut mencakup, antara lain:

  1. Menyederhanakan proses tata cara perizinan serta persetujuan dalam rangka penanaman modal.

Sesuai dengan undang-undang No.25 Tahun 20017  Bab XI pasal 25 ayat 4 yaitu tentang Dasar Hukum Pelayanan Perizinan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) adalah sebagai berikut :

  1. Perusahaan Penanaman Modal yang akan melakukan kegiatan usaha wajib memperoleh izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dari instansi yang memiliki kewenangan.
  2. Izin sebagaimana yang dimaksud pada ayat 4 diperoleh melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
  3. Membuka secara lebih luas bidang-bidang yang semula tertutup dan dibatasi terhadap penanaman modal asing.
  4. Menawarkan berbagai insentif dibidang perpajakan dan non perpajakan.
  5. Menyempurnakan berbagai produk hukum dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan baru yang menjamin iklim investasi yang sehat.
  6. Menyempurnakan proses penegak hukum dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien.
  7. Meningkatkan pengakuan dan perlindungan  HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).
  8. Membuka kemungkinan pemilikan saham asing yang lebih besar.
  9. Menyempurnakan tugas,fungsi dan wewenang instansi terkait untuk memberikan pelayanan yang lebih

Baik.

  1. PERUBAHAN  LINGKUNGAN STRATEGIS DAN PENGARUH BAGI PERKEMBANGAN HUKUM PENANAMAN MODAL
  2. Perubahan Lingkungan Internal (Nasional/Domestik)

Terjadinya perubahan lingkungan internal adalah akibat penurunan angka investasi di Indonesia. Sehingga, Indonesia harus menempuh langkah-langkah strategis untk mengubah high cost economy  menjadi lebih terbuka (transparan), kompetitif, dan efisien dengan cara-cara  sebagai berikut :

  1. Langkah Liberalisasi : Dilakukan oleh pemerintah dengan mengurangi jumlah negatif list, penghapusan larangan PMA di bidang kelapa sawit, penghapusan larangan keagenan dan perdagangan Retail.
  2. Langkah deregulasi  : meliputi Penghapusan keharusan pemasaran barang melalui asosiasi-asosiasi, larangan  penetapan wilayah pemasaran dan mendikte produksi serta deregulasi dalam bidang bidang produk produk pertanian.
  3. Privatisasi : dilakukan dengan cara  menutup BUMN yang berkinerja buruk dan menetapkan kerangka yang  jelasbagi pengelolaan dan privatisasi aset-aset pemerintahan yang selanjutnya dimanfaatkan untuk membantu mengurangi beban hutang luar negeri.
  4. Lingkungan Eksternal (Internasional/Global) :

Era globalisasi dapat disebut era persaingan bebas antar bangsa, antar negara, antar individu dalam segala aspek kehidupan, terutama disektor ekonomi. Pernyataan dimaksud, dapat diamati melalui Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang penanaman modal. Undang-undng dimaksud adalah “memberikan kebebasan investor asing dan investor dalam negeri menanamkan modalnya untuk melakukan kegiatan usahanya diwilayah Republik Indonesia, sehingga diperbolehkan pelaku usaha domestik melakukan kerja sama dengan pihak asing dalam mempertahankan eksitensinya dalam dunia bisnis”.

 

III. MEKANISME INVESTASI ATAU PENANAMAN MODAL

  1. Mekanisme Investasi atau Penanaman Modal

Penanaman modal diatur oleh keputusan menteri investasi /kepala BKPM Nomor 38/SK/1999 tanggal 06 Oktober 1999. Pengertian yang berlaku menurut ketentuan yang dimaksud  adalah  sebagai berikut :

  1. Permohonan penanaman modal baru adalah permohonan persetujuan penanaman modal, baik Penanaman Dalam Negeri (PMDN)  maupun PenanamanModal Asing (PMA),beserta fasilitasnya yang diajukan oleh calon penanam modal untuk mendirikan dan menjalankan usaha baru.
  2. Permohonan Perluasan Penanaman Modal adalah permohonan perluasan atau penambahan modal beserta fasilitasnya untuk menambah kapasitas atau menambah jenis produksi  barang atau jasa.
  3. Permohonan perubahan penanaman modal.
  4. Persetujuan PMDN.
  5. Persetujuan PMA.
  6. Persetujuan Perluasan.
  7. Persetujuan Perubahan.
  8. Persetujuan fasilitas penanaman modal.
  9. Izin Usaha Tetap.
  10. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
  11. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) merupakan penanaman modal yang modalnya berasal dari  modal dalam negeri dan pemilik modalnya berasal dari Warga Negara Indonesia.
  12. Penanaman Modal Asing (PMA) penanam modal yang akan melakukan kegiatan penanaman modal dalam rangka ,wajib mengajukan permohonan penanaman modal kepada :
  • Menteri Investasi /Kepala BKPM
  • Kepala Perwakilan RI setempat ,atau
  • Ketua BKPMD setempat.
  1. Persetujuan Penanaman Modal

Melengkapi surat yang berhubungan dengan penanaman modal itu sendiri dan disesuaikan dengan skala investasi atau bidang usaha dalam jangka 3 tahun harus direalisasikan proyek dalam bentuk kegiatan nyata supaya tidak batal dengan sendirinya.

 

  1. MODAL ASING DAN INDONESIA SERTA SYARAT-SYARAT UNTUK MENARIK MODAL ASING
  2. Mengapa Modal Asing Datang Kesuatu Negara ?

Penanaman modal asing menunjukkan bahwa motif suatu perusahaan menanamkan modalnya disuatu negara adalah mencari keuntungan. Keuntungan yang dimaksud, diperoleh dari berbagai faktor, yakni : “Upah buruh yang murah, Dekat dengan sumber bahan mentah, Menemukan pasar yang baru, Menjual teknologi (merk,rahasia dagang dan design industri), Menjual bahan baku untuk dijadikan barang jadi, Insentif untuk investor, Status khusus negara-negara tertentu dalam perdaganga internasional”.

  1. Mengapa Indonesia Memerlukan Modal Asing?

Alasan pertama suatu negara mengundang modal asing adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi , guna memperluas lapangan kerja, mengembangkan industri substitusi import untuk menghemat devisa, mendorong eksport nonmigas untuk menghasilkan devisa, alih teknologi, membangun prasarana, dan mengembangkan daaerah tertinggal.

  1. Syarat-Syarat Untuk Menarik Modal Asing

Bagi negara penanam modal, sebelum melakukan investasi terlebih dahulu akan melakukan penilaian terhadap aspek-aspek  yang turut untuk mempengaruhi iklim penanaman modal tersebut, yaitu:

  1. Kesempatan ekonomi bagi investor ,yaitu dekat dengan sumber daya alam,tersedia bahan baku,lokasi untuk mendirikan pabrik yang cukup,tersedianya tenaga kerja dan pasar yang prospektif.
  2. Stabilitasi politik, Penanam modal asing akan datang dan mengembangkan usahanya jika negara yang bersangkutan  terbangun proses stabilitas politik dan proses demokrasi yang konstitusional.
  3. Kepastian Hukum , Para investor akan datang ke suatu negara , apabila negara tersebut berada dalam situasi yang kondusif. Untuk mewujudkan sistem hukum yang mampu mendukung iklim investasi diperlukan aturan yang  jelas mulai dari izin untuk usaha sampai dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikan perusahaan. Kata kunci untuk mencapai kondisi ini adalah adanya penegakkan supremasi hukum (rule of law).
  4. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENANAMAN MODAL DAN PENYELESAIAN SENGKETANYA 
  5. Perlindungan Hukum Bagi Pemodal

Perlindungan hukum bagi pemodal  adalah merupakan kegiatan untuk menjaga atau memelihara para penanam modal demi mencapai keadilan  dalam bentuk pelayanan dan subyek yang dilindungi.Yang diatur dalam   Bab IX  UU No.25 Tahun 2007 tentang Hak , Kewajiban, Dan Tanggung Jawab Penanam Modal , Pasal 14,15 dan 16.

  1. Latar Belakang Timbulnya Sengketa

Timbulnya sengketa seringkali disebabkan oleh salah satu pihak tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat dengan baik ataupun karena adanya pihak yang wanprestasi sehingga merugikan pihak lainnya. Adapun alasan lain yang  menjadi seringnya timbul masalah sengketa bisnis, yaitu ketika awal dibentuknya kontrak, para pihak haya mengandalkan saling percaya.

  1. Gangguan Terhadap Kenyamanan Penanaman Modal

Ada dua hambatan yang dihadapi dalam menggerakkan investasi di Indonesia, yaitu:

  1. Kendala Internal yaitu  meliputi kesulitan perusahaan mendapatkan lahan atau proyek yang sesuai, kesulitan mendapatkan bahan baku,kesulitan dana, kesulitan pemasaran dan adanya sengketa atau perselisihan di antara pemegang saham di dalam perusahaan.,
  2. Kendala Eksternal yaitu meliputi  faktor lingkungan bisnis yang tidak mendukung serta kurang menariknya insentif yang diberikan pemerintah, ketidakpastian hukum, keamanan dan kestabilan politik.
  3. Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal

Pertimbangan utama bagi investor melakukan investasi adalah adanya jaminan hukum penyelesaian sengketa penanaman modal, adanya cara penyelesaian sengketa melalui arbitrase luar negeri, yang merupakan pilihan para investor dengan pertimbangan bahwa para investor asing tidak mengenal atau memahami sistem hukum dinegara tempat ia melakukan  investasi. Di Indonesia sendiri penyelesaian sengketa penanaman modal diatur dalam UU No.25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (yang disebut UUPM) Pasal 32 , Selain hal itu Pemerintah Indonesia juga terbitkan Undang-undang No.30 Tahun 1999 tentang ” Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UUAAPS)” ,hal ini dilakukan agar tidak ada keraguan tentang pelaksanaan putusan dari lembaga arbitrase.

Check Also

DAFTAR PENGAJUAN JUDUL KE 2 YANG DI TERIMA BULAN AGUSTUS 2017

Pengumuman Pengajuan Judul ke 2 yang diterima bulan Agustus tahun 2017 bisa dilihat disini